Umum

Adalah proses organisasi untuk meninjau posisi tingkat kematangan keselamatan (safety maturity level)

Safety Maturity Level

Adalah proses self assessement yang dilakuka oleh organisasi untuk menilai kematangan pembentukan budaya keselamatan, dengan tingkatan sebagai berikut:

Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral), tingkatan Safety Maturity Level terbagi menjadi 5 level, yaitu:

  1. Level 1 - Pathological (Reaktif): Pada level ini, organisasi cenderung melihat keselamatan sebagai masalah yang dipaksakan oleh regulasi. Pendekatan keselamatan bersifat reaktif, hanya merespon setelah terjadi insiden. Tidak ada sistem keselamatan yang terstruktur.
  2. Level 2 - Reactive (Mematuhi): Organisasi mulai memperhatikan keselamatan setelah terjadi insiden. Tindakan keselamatan dilakukan untuk memenuhi persyaratan peraturan. Sistem keselamatan ada tetapi masih minimal.
  3. Level 3 - Calculative (Terukur): Organisasi mulai mengembangkan sistem manajemen keselamatan. Pengukuran dan analisis risiko mulai dilakukan secara sistematis. Prosedur dan protokol keselamatan telah dibuat dan diikuti.
  4. Level 4 - Proactive (Proaktif): Organisasi mengambil pendekatan proaktif terhadap keselamatan. Risiko diidentifikasi sebelum terjadi insiden. Budaya keselamatan sudah mulai tertanam di seluruh level organisasi. Sistem manajemen keselamatan yang komprehensif telah diimplementasikan.
  5. Level 5 - Generative (Berkelanjutan): Keselamatan menjadi nilai inti dalam organisasi. Semua anggota organisasi terlibat aktif dalam identifikasi dan mitigasi risiko. Organisasi terus berupaya meningkatkan sistem keselamatan dan berbagi pengetahuan tentang praktik terbaik. Budaya keselamatan sangat kuat dan berkelanjutan.

Tingkatan ini digunakan sebagai tolok ukur untuk menilai sejauh mana organisasi dalam industri energi dan pertambangan telah mengembangkan dan mengimplementasikan budaya keselamatan dalam operasional mereka.